Dion Wiyoko, Bimbang antara dua pilihan.

Tionghoa Benteng merupakan sebutan untuk etnis Cina yang berada di wilayah Tangerang sedangkan nama dari Tionghoa Benteng diperoleh dari sejarah Etnis ini yang menetap Di daerah tangerang, ada juga yang bilang bahwa sebutan Tionghoa Benteng berasal dari kata Benteng yang di mana merupakan sebutan lama bagi kota Tangerang.

The Last Barongsai Film yang menceritakan tentang tokoh seorang ayah Kho Huan (Tyo Pakusadewo) yang memiliki darah keturunan Tionghoa mendapatkan surat undangan untuk mengikuti kejuaraan Barongsai setiap tahunya, namun Kho Huan tidak terlalu senang mendapatkan berita itu.

Kho Huan memiliki anak bernama Aguan (Dion wiyoko) anak laki-laki Kho Huan mendapatkan beasiswa untuk meneruskan kuliah S1 di Singapore, namun ada terbentur satu masalah yaitu Aguan tidak memiliki cukup biaya untuk tinggal dan mencukupi hidupnya sehari-hari, Khou Huan mencoba mencari obyekan furniture lebih giat untuk mengumpulkan uang agar aguan dapat meneruskan kuliah.

Dan terjadilah kecemburuan sosial dari Adik Aguan yaitu Ai (vinessa Inez) Karna kho Huan papahnya lebih memperhatikan keperluan Aguan ketimbang Ai. Tanpa Sengaja Aguan menemukan undangan kejuaraan Barongsai dan ingin ikut tampil dalam kejuaraan tersebut untuk memenangkan hadiah uang untuk berangkat ke singapura, apakah Kho Huan akan memberi Ijin Aguan untuk ikut pertandingan tersebut dan Ai bisa tidak buruk sangka kepada Aguan??

Jakarta,20 januari 2017 Kami diundang untuk menghadiri Gala Premier Film The Last Barongsai yang akan segera tayang di Bioskop, Bang Rano karno membuat film ini awalnya mendapet ide cerita ketika sedang berkunjung ke Perkampungan Cina Benteng di daerah Tangetang, Disana masih banyak penduduk cina yang hidup damai dan bekerja sebagai petani, membuat kerajinan dan memiliki Sanggar atau perkumpulan Barongsai.

Warga keturunan Di Cina Benteng

Yaa.. Kebanyakan yang kita tau keturunan cina pasti cantik putih dan memiliki toko disana-sini, tapi tidak untuk Warga keturunan “Cina Benteng” mereka malah terlihat akrab denganpertanian dan pekerja kasar lainya, berkulit coklat bahkan gelap.

Bila dilihat secara seksama, kebanyakan rumah di kawasan ini memiliki arsitektur unik layaknya rumah keturunan Tiongho. Pintunya yang terletak di tengah selalu diapit oleh dua jendela disisi kanan dan kirinya. Disetiap kusen, baik jendela maupun pintu yang menghadap keluar, kadang berhiaskan tulisan berupa sajak yang dalam bahasa Cina disebut “TUILIAN”. 

Semakin ke dalam, suasana khas Tionghoa kian terasa. Sebuah meja berwarna abu-abu yang biasa disebut altar dengan pemandangan beberapa “HIOLOU” atau tempat menancapkan dupa terlihat berderet rapi. Tak lupa, dibelakang hiolou berjejer foto-foto orangtua atau saudara-saudara mereka yang telah meninggal dunia.

Kehidupan mereka rukun, saling membaur dengan pribumi. Itulah gambaran Cina Benteng yang bernenek moyangkan dari Hokkian yang datang 300 tahun silam, di Sewan.

Sutradara    : Ario Rubbik

Produser.    : Rubby karno

Penulis.       : Titien Wattimena, Rano karno

Pemeran.    : Tio Pakusadewo, Dion Wiyoko, Azis Gagap, Hengky Solaiman, Furry Citra, Vinessa Inez, Suti Karno.

Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *