Kolaborasi Dalam Seni “CiFFest 2017 & BCL”

Selamat pagi, pernah nggak sih kalian tanpa sadar ada pulpel ditangan dan selembar kertas putih di hadapanmu mengisi kekosongan dengan membuat satu titik, garis dan lekukan di kertas kosong tersebut. Dan tanpa sadar jadilah sebuah gambar atau puisi indah yang membuat orang terpesona mendengarnya, ya itulah seni yang begitu luas tanpa batas yang begitu berwarna tanpa ujung.

Seorang pekerja seni atau seniman mereka memiliki satu tujuan yang sama, yaitu terus berkarya dan membuat bangga Bangsa dan Negaranya, walau tidak jarang seperti saya  bertanya-tanya tentang hasil karya apa yang sedang mereka buat dan kerjakan, seperti saat ini dunia Fasion terus berganti rupa dan warna. Sang Disainer meluapkan dan menyalurkan ide-ide seninya dalam sebuah karya yang begitu cantik dan elegan, namun bagai mana untuk nasip anak muda yang memiliki bakat yang sama namun belum tau harus tertampung kemana. Karena itu di buatlah Bekraf Creative Labs (BCL) & Cikini Fashion Festival (CiFFest 2017).

Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) berkerjasama dengan Institut Kesenian Jakarta (IKJ) mengelar Bekraf Creative Labs (BCL), Cikini fashion Festival (Ciffest) 2017 pada tanggal 5-6 Agustus 2017 di Teater Jakarta, Cikini, Jakarta pusat. Kegiatan tersebut dilaksanakan sebagai upaya pengembangan pusat riset unggulan ekonomi kreatif subsektor Fashion. Kegiatan tersebut ditargetkan menjadi barometer perkembangan terkini terkait riset, karya dan data subsektor fashion Indonesia.

Sebelum acara di mulai saya merasa tertarik untuk melihat Busana-busana yang terpajang sangat anggun di pojokan ruangan, yah namanya juga wanita  kalo liat baju tuh rasanya gimana gitu seperti jiwa Seni memiliki bersemi aduh makin ngawuh deh. Jujur saat melihat busanya sumpah keren-keren banget dan yang saya nggak abis fikin kok mereka bisa ya nemu model baju seperti ini, nah itu yang namanya seni nggak pernah ada batasnya busana yang begitu cantik dan anggun perpaduan warna yang kontras dan sedikit mencolok.

Dulu kita tuh kalo pakai baju harus yang senada atasan putih bawah juga putih, tas harus hitam sama dengan sepatu. Ya mungkin itu dulu tapi sekarang yang ada semua warna di tabrakin dan modelnya kadang untuk saya yang orang awam tidak terlalu faham dengan fashion yang terbilang aneh dan nyeleneh tapi itu lah seni sukar di mengerti dan di pahami.

Hari ini ada 55 Busana yang terpajang dari 7 Desainer yang berbeda, diantaranya Sofie, Deden Siswanto, Lenny Agustin,  Sav Lavin, Aji Suropati, Ray anjas Maulana dan label Acak-Acak oleh lPTB Susan Budiharjo.

Jujur awalnya tuh saat masuk ke Teater yang saya fikirkan adalah acara Fashion Show yang hanya ada pragawati berjalan dengan lagu yang hampir rata-rata kita kenal liriknya. Tapi ternyata itu beda dengan Fashion Show yang satu ini, saat acara di mulai kita di suguhkan oleh penari yang keren yang dilatih oleh koreografer rosmala sali Dewi, di dukung dengan latar belakang vidio jujur membuat saya kagum gimana nih buatnya dan perlu berapa lama yang membuat vidio mapping oleh Arif Yaniadi.

Oh ya saya lupa bilang kalo kalo acara ini  mengusung tema “Kolaborasi” BCL ,CiFFest 2017 menyajikan beragam acara yang meliputi kegiatan seminar atau master class, pameran dan fashion show. Tema tersebut antara lain diterapkan melalui fashion show yang berkolaborasi dengan bidang seni lain, yaitu tari, musik, tata panggung dan vidiografi.

Acara ini menghadirkan pameran yang terbagi menjadi dua zona. Pertama, zona Trend Forecasting yang menampilkan karya sejumlah desainer dan mahasiswa mode dalam menginterpretasikan empat tema Indonesia Trend Forencasting 2017/2018. Kedua, Zona Ekosistem dan Industri Fashion yang memprestasikan skema dan infografis seputar ekosistem industri fashion, meliputi peta industri dan model bisnis. Serta dilengkapi dengan pameran fotografi fashion karya fotografer nama Roni Bachroni.

Rancangan Sofie yang penuh warna dan karakter kartun

Rancangan Sofie diilhami oleh Generation Z, yang tidak pernah mengenal dunia tanpa internet dan memiliki kehidupan paralel antara visual dan real dan memiliki interaksi menarik. Dari yang saya tangkap, sepertinya ingin menyampaikan lewat fashion ini masa anak-anak yang penuh dengan warna-warni keceriaan tapi di tuntut untuk cepat menjadi dewasa dalam satu dimensi atau mungkin sebaliknya usia kita yang sudah dewasa tapi ingin sekali kembali ke ruang waktu dimana kita masih anak-anak aduh sok tau banget ya saya ini tapi semua rancanganya sumpah keren abis jadi pengen punya fersi yang untuk berhijab.

Keluar dari zona anak-anak, aku suka banget dengan penumpukan motif yang diambil. Antara garis lurus, vertikal, horisintal dan simetris apapun itu namanya tapi ini cocok untuk siapa saja dengan berat bandan seperti apapun. Ya tau sendiri kadang kita terlalu mengikuti pakem dalam memilih baju orang berbadan gemuk jangan pakai baju dengan garis melebar dan bahkan sebaliknya orang kurung  jangan memakai busana memanjang.

Rancangan Desainer Sofie
kolaborasi antara garis, motif dan warna begitu memukau

Tapi malam ini semua pakem dan mitos itu terpatahkan, Sofie mematahkanya dengan mengkolaborasi semua jenis garis dan ditambah motif polkadot, bunga-bunga itu sangat sempurna menurut saya.

Dan… untuk keseluruhan acara ini keren banget dan sukses selalu untuk para Disainer muda yang berbakat, terus berkarya dalam dalam seni dan harumkan nama Bangsa Indonesia….

Comments

  1. Kreativitas seni emg ga bisa diatur ya..Justru semakin memperindah seni itu sendiri. Salut dengan Bekraf dan IKJ yg memang gudang inspirasi seni berada disana.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *