Dillan 1990 Membawaku Bernostagia

Sehabis mengantarkan Bojo untuk Cekup di Rs, rasanya pengen banget nonton Dillan 1990. Selain sudah tamat dengan ke2 Novelnya plus dengan Novel Millea, penasaran banget dengan akting anak sekarang memerankan percintaan tahun 90an. Sempet binggung mau nonton dimana karna daerah rumahku ada 2 bioskop tapi setelah dipikir-pikir ambil yang terdekat dari rumah ke BXCeng aja, Filing aku sih bakal sepi disini karna harga tiketnya lumayan mahal dibanding bioskop yang satunya kan lumayan buat beli air mineral hihihi…

Sesuai dengan Filingku benar disini sepi hanya beberapa bangku yang baru terjual, kami memilih untuk segera masuk lebih baik nunggu di dalam dari pada ketinggalan filmnya. Harusnya Film sudah mulai 15 menit yang lalu tapi kok masih iklan aja ya, ya sudah duduk manis aja, Bulan Februari indentik dengan hari kasih sayang dan pastinya banyak film-film romantis yang akan tayang di bulan ini, dari kasih sayang keluarga, sepasang  kekasih hingga pertemanan.

Bojo lagi asik dengan cemilanya yang tadi dibeli di luar dan aku tetap asik dengan cuplikan-cuplikan film yang akan tayang, Sambil cerita ke Bojo nanti film Dillan 1990 ini banyak kata-kata gombalnya yah.. walau sebenarnya pada tahun 90an ak masih duduk di Sekolah Dasar tapi sudah sering loh surt-suratan yang dititip keteman ha…ha…ha… matang sebelum waktunya.

Kami membahas Film-film yang akan tayang besok dan bojo agak mekritik film yang akan tayang, katanya tetep akting Dian Sastro yang paling top.. hemmm ya iyalah orang dia suka banget dengan artis satu itu. saat Trailer Film Eiffel I’m in Love 2 tayang aku hanya bisa tersenyum-senyum dan mengenang masa dulu, bangai mana bandelnya aku membolos sekolah padahal itu dalam masa ujian semester hanya demi nonton film kisah cinta Tita dan Adit.

Bojo : Senyum mulu pikiran kemana-mana (sambil menoyol kepalaku pelan)

Aku : ih kenapa senyum aja di komentarin (sebenarnya aku tau apa yang dia fikirkan)

Bojo : Mikirin mantan kamu kan, yang suka kirimin surat dengan kata-kata nggak jelas alurnya mau kemana

Yah… aku hanya tertawa geli kalo ingat kejadian itu, karna aku saat nonton film Eiffel l’m In Love yang pertama bisa sampai tiga kali dengan teman laki-laki yang berbeda itu semua ku tulis dalam buku diary hihihi. Itu bukan berarti aku perempuan yang nggak bener ya.. berhubung ada yang nawarin nonton kenapa harus ditolak itu namanya rezeki.

Film Dillan 1990 mengisahkan gejolak cinta anak SMA pada masanya, keberanian Dillan untuk mengejar Millea jujur sangat romantis. Pacaran di telpon umum ah saat menontonya saya merasa bernostagia, sesaat sebelum pulang sekolah pasti ada beberapa teman menanyakan ada yang punya koin putih nggak?? tuker dong. Ya karna koin dengan gambar wayang disalah satu sisinya itu yang dapat kita gunakan untuk menelpon.

Aku selalu setia menemani temanku Titi dan achay menunggu mereka di telpon umum dekat dengan terminal Lebak Bulus, ya kami sekolah tidak jauh dari sini masa SMA yang tak akan pernah kami lupakan. Kadang lebih dari 10 koin yang dimasukan kalo sudah bunyi tut..tut.. tut… itu bertanda waktu telpon sudah habis dan harus segera memasukan koin lagi. Film Dillan dan Millea mewakilkan kerinduan kami dimasa sekolah dulu dimana kami bernostagia secara tidak langsung Oh Putih Abu-Abu jujur aku merindukan masa itu, kami tak harus memikirkan langkah dan perkataan kami… kami bisa tertawa sangat lepas dan berbicara gombal sesuka hati kami.

Ada satu hal juga yang ingin aku bahas, dulu aku juga pernah berpacaran dengan anak geng motor dan tidak semua geng motor itu minus dan ugal-ugalan apa lagi membuat keonaran. Benar yang diucap dillan pada bukunya “Millea” gengg motor juga punya aturan jika ada anggotanya yang berbuat ulah pasti akan ditindak tegas, rasa setia kawan anak-anak geng motor sangat kental tak jarang kami sering konfoi dijalan-jalan dan aku sanggat menghargai persahabatan mereka yahh kalo aku bilang geng motor zaman sekarang tuh norak bergajulan dan tidak ada adat karna mereka tidak mempunyai pemimpin yang baik.

Ok Film Dillan 1990 sudah mulai aku mau menikmati nonton dulu dan untuk kalin yang menonton selamat bernostagian dan untuk anak zaman now selamat melihat percintaan tempo dulu…

Comments

  1. Film Dillan ini begitu membahana di sosmed mbak, padahal pakai embel2 1990, seangkatan saya pasti pada belum lahir tuh, ya karena massive di sosmed pasti anak mudah zaman now banyak yang nonton,

    saya di tahun 90-an belum masuk SD mbak masih main got, ga tau gimana romantisnya Dillan ke Millea ini.

    tapi tetap saya merasakan telpon umum dan buku tts,

    1. Sama berarti kita tahun 90an masih asik panjat pohon jambu atau main petak umpet dengan teman-teman, kadang cinta monyet yang baru saja tumbuh antara teman. walau sejatinya kita belum tau apa arti cinta itu…. tapi hal yang paling membekas adalah berdiri menunggu antrian untuk tlp sang pujaan hati hihihi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *